Ekonomi, News

Berhenti Menghakimi Mobil Asal Tiongkok

Kegagalau.comPangsa pasar yang besar merupakan salah satu alasan yang paling masuk akal bagi perusahaan multinasional untuk berinvestasi maupun memasarkan produk mereka ke suatu negara. Salah satu pasar yang sedang “bergairah” di Indonesia adalah pasar otomotif. Jumlah penduduk mencapai lebih dari 260 juta jiwa membuat banyak perusahaan otomotif berinvestasi dan memasarkan produk mereka di Indonesia. Hal ini didukung oleh banyaknya penggiat usaha taksi online.

Pabrikan mobil asal Jepang, Jerman, Amerika Serikat, hingga Inggris memasarkan produk, dan bahkan membuka pabrik mereka di Indonesia. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh beberapa perusahaan otomotif asal Tiongkok untuk mulai menginvestasikan modalnya dan memasarkan produknya di Indonesia. Masyarakat kita cenderung memiliki sentiment negatif terhadap produk-produk asal Tiongkok. Meskipun anggapan tersebut mulai berangsur hilang karena metode penjualan produk asal Tiongkok yang sangat menggiurkan. Produk asal Tiongkok, seperti smartphone, alat-alat elektronik rumah tangga dan lainnya, terkenal dengan harga yang murah dan memiliki segudang fitur yang tidak kalah dengan kompetitornya. Begitu pula dengan metode pemasaran mobil asal Tiongkok itu di Indonesia.

Sebenarnya, sudah ada pabrikan asal Tiongkok yang dalam beberapa tahun terakhir telah memasarkan produknya di Indonesia, yaitu Geely Motors. Pasar Indonesia kurang memberikan perhatian yang baik dalam menyambut manufaktur yang mampu mengakuisisi beberapa pabrikan besar seperti Volvo Trucks, Proton, hingga Lotus.¹  Hal ini karena jaringan bengkel dan pendekatan yang kurang masif kepada masyarakat menjadi penyebab masyarakat tidak terlalu bergairah memperhatikan Geely. Namun, hal tersebut tidak membuat pabrikan-pabrikan lain asal Negeri Tirai Bambu tersebut kapok untuk mendobrak pasar mobil di Indonesia.

Sebut saja, Wuling Motors dan DongFeng Sokon (DFSK) yang telah memulai debutnya di Indonesia. Wuling Motors mulai memproduksi dan memasarkan mobilnya sejak 2016 di Indonesia. Pabrikan yang masih satu grup dengan Chevrolet dalam grup Saic General Motors Wuling (SGMW) di Tiongkok ini “bertarung” di pasar mobil yang gemuk dan paling banyak peminatnya di Indonesia, yaitu Low Multi-Purpose Vehicle (LMPV). Bersaing langsung dengan Toyota Avanza, Honda Mobilio, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, dan Nissan Grand Livina yang merupakan pemain lama di segmen ini.

Wuling merilis Confero dengan berbagai macam terobosan yang diproduksi di Indonesia, jaringan bengkel yang luas, fitur berlimpah dan harga miring, ternyata cukup menggoda. Bahkan, mobil yang harganya tidak sampai 200 juta ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki kompetitornya. Peranti keselamatan yang sesuai standar seperti airbag, rem Anti-Lock Braking System (ABS), unsur mewah seperti Jok kulit, Captain Seat, head unit yang canggih dan terintegerasi, serta penggerak roda belakang yang dianggap sesuai dengan selera pasar Indonesia karena dirasa kuat nanjak. Terbukti, dalam beberapa bulan sejak dirilis pertengahan tahun lalu, Wuling mencatatkan wholesale (penjualan dari pabrik ke diler) mendekati angka 4.000 unit.² Tidak sampai disitu, awal tahun ini, Wuling juga akan memasarkan MPV menengah mereka, yaitu Wuling Cortez dengan pendekatan yang serupa dengan saudaranya, Confero.

Optimisme itu juga yang sepertinya menulari DFSK yang juga akan segera menjual mobilnya di segmen Sub Utility Vehicle (SUV) dengan pendekatan yang serupa, dirakit di Indonesia, jaringan bengkel luas, harga murah yang dipadukan dengan segudang fitur yang tidak kalah terhadap kompetitornya. Hal ini dapat dikatakan bahwa sentimen masyarakat tentang mobil asal Tiongkok mulai berubah. Masyarakat kita tidak lagi terhegemoni dengan kualitas buruk mobil Tiongkok di masa silam. Bahkan, dengan pendekatan bisnis membangun pabrik dan jaringan bengkel luas sudah cukup menjawab kekhawatiran tersebut. Peranti keselamatan yang sesuai standar dan tingkat value for money yang baik mampu mengubah paradigma mainstream masyarakat Indonesia.

Kita tunggu saja kelanjutan geliat bursa otomotif tanah air. Kesuksesan pabrikan Tiongkok seharusnya dapat dijadikan pembelajaran bagi pelaku usaha makro di Indonesia untuk berani bersaing dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat Indonesia. Bisa saja dikemudian hari kita bisa berjaya di industri otomotif seperti Timor dan Bimantara yang cukup sukses di akhir tahun 90-an silam.

Back To Home

Ditulis Oleh : Deddy Hutapea
Disunting oleh : Reza Pahlevi

Satu tanggapan untuk “Berhenti Menghakimi Mobil Asal Tiongkok”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s