Kesehatan, Lifestyle, Sosial

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Perokok Indonesia

Kegagalau.com – Bukan rahasia lagi jika rokok telah menjadi barang wajib oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari pemukiman kumuh yang sempit, gedung-gedung tinggi, parkiran, toilet umum, bahkan hingga rumah sakit sekalipun. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016, perokok aktif di Indonesia mencapai lebih dari 90 juta jiwa. Hal ini membuat Indonesia menjadi sasaran empuk untuk pemasaran rokok secara masif.1

Pemerintah Indonesia selalu berusaha untuk menekan jumlah perokok aktif. Kampanye, kajian ilmiah, peningkatan bea cukai, dan pembatasan materi iklan tentang rokok, masih tetap tidak dapat membendung peningkatan jumlah secara signifikan. Aktivis penanggulangan masalah tembakau dan terapis berhenti merokok, Fuad Baradja, mengatakan bahwa efek nikotin akan mempengaruhi otak seseorang. Hal tersebut terasa sangat sulit bagi beberapa orang untuk berhenti merokok.2

Namun, semua hal ini akan lain ceritanya jika kita membahas hak bagi perokok di Indonesia. Pemenuhan hak bagi perokok di Indonesia adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Selain karena aktivitas merokok adalah legal, masyarakat yang merokok mendapatkan rokok dengan cara yang fair. Artinya, perokok di Indonesia membeli dengan harga dan cara yang ditetapkan secara hukum, baik oleh pemerintah, pedagang grosiran, hingga pedagang eceran. Bahkan, tidak jarang pemerintah menyalahkan perokok sebagai biang meledaknya angka perawatan kesehatan masyarakat akibat terkena penyakit yang disebabkan oleh aktivitas merokok, maupun paparan asap rokok di ruang publik.

Seakan-akan merokok bukanlah hak masyarakat sebagai individu yang bebas di negara ini. Tidak hanya itu, bahkan ruangan khusus merokok di ruang publik pun sangat sulit didapat. Padahal, aktivitas merokok bukanlah hal yang dilarang secara hukum maupun nilai dan norma masyarakat Indonesia. Hal ini diperburuk oleh banyaknya daerah di Indonesia yang menetapkan peraturan daerah berupa sanksi pidana maupun denda dengan menetapkan kawasan tanpa rokok.3 Padahal apabila kita berbicara mengenai azas kebijakan publik yang merupakan tanggung jawab pemerintah, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kebutuhan penunjang bagi para perokok demi ketertiban umum, seperti ruangan khusus merokok.

Azas itulah yang kemudian kita kenal dengan istilah inklusif, yang berarti seluruh lapisan masyarakat memiliki kedudukan yang sama, mendapat pengakuan dan penghormatan yang sama. Namun, perlindungan negara atas masyarakat sangat sedikit. Pembangunan daerah dalam pembuatan area bebas merokok juga sangat jarang dijumpai. Akibatnya, jumlah perokok pasif semakin meningkat dari tahun ke tahun. Maka, apabila pemerintah ingin mewujudkan keadilan sosial, mulailah dengan mewujudkan keadilan kebijakan publik bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, untuk perokok maupun yang bukan perokok .

Back To Home 

Ditulis Oleh : Deddy Hutapea
Disunting oleh : Reza Pahlevi

15 tanggapan untuk “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Perokok Indonesia”

  1. Halo,
    Sepengalaman saya, pemerintah menyediakan ruang untuk perokok kok. Bahkan ruang terbuka yang beratapkan langit bisa menjadi tempat merokok bagi perokok. Maraknya edukasi tentang bahaya rokok berbanding lurus dengan banyaknya perokok aktif.

    Tau gak sih sekarang ini industri rokok menargetkan ‘remaja’ sebagai pangsa pasar. Dikenal dengan prinsip “Remaja hari ini adalah perokok di masa depan”. Sepertinya saya tidak perlu membeberkan panjang x lebar dampak negatif dari rokok, semua orang juga sudah ngerti akan hal itu.

    Jika para perokok meminta hak untuk merokok, kami pun yang masuk kategori perokok pasif juga meminta hak untuk hidup tanpa asap rokok. Well, perkara kematian memang di tangan Tuhan. Sesuai dengan rumus hidup perokok yang saya ketahui :

    Merokok = Mati
    # merokok juga mati
    Merokok atau tidak merokok pada akhirnya akan mati juga.

    Setidaknya, kami bisa memperpanjang angka harapan hidup yang salah satunya dengan tidak menghirup asap rokok 🙂

    Trims

    1. Harga rokok yang dinaikkan seperti negara eropa mungkin akan menekan perokok aktif dan pasif. Semoga penelitian universitas atau pemerintah beserta kritik masyarakat dapat membuat semua itu lebih baik. Terima kasih sudah berpendapat 🙂

  2. Saya pikir sudah di banyak tempat menyediakan smoking area, kok. Tapi masih ada saja perokok yang merokok di sembarang tempat. Mungkin karena kurang mengetahui spot smoking area-nya.
    Tapi kalau perokok kurang tahu, seharusnya bertanya pada yang lebih tahu. Banyak yang kemudian malah merokok sembarangan di tengah kerumunan orang.
    Ya, semoga ke depannya smoking area diperbanyak. Pun dengan papan informasi tentang itu. Agar baik perokok aktif maupun pasif sama-sama nyaman.

  3. semua orang punya hak, termasuk kami yang bukan perokok punya hak menghirup udara yang bersih. Area merokok sering ada, jika tdk ya di ruang terbuka, tapi seringkali perokok tetap merokok di tempat2 umum yg tdk terbuka, misalnya di bus, angkot dsbg, hmmm…

    1. Ini sangat setuju Kaka. Makanya peran pemerintah juga untuk menyediakan aturan dan “lokalisasi” perokok aktif di tempat umum juga digalakkan. Agar korban perokok pasif diminimalkan.

  4. Aku perokok dan cenderung anti perokok, terutama orang-orang yang acuh dengan kesehatan orang lain. Selama dia merokok di tempatnya sendiri, jauh dari jangkauan anak-anak, monggo saja.

  5. Saya bukan perokok berat. Senang jika pemerintah bisa memberikan area merokok di tempat-2 umum. Perokok terpenuhi haknya, yang bukan perokok pun gak khawatir dengan asapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s