Ekonomi, Sosial

Bitcoin, Mata Uang Virtual yang Demokrasi

Kegagalau.com – Taukah kamu tentang Bitcoin? Masyarakat Indonesia saat ini masih banyak yang belum mengetahui keberadaan Bitcoin dengan segala keunggulan dimilikinya. Bitcoin adalah sejenis uang virtual yang terdesentralisasi konsep sistemnya di seluruh dunia tanpa otoritas pihak ketiga. Dengan kata lain, Bitcoin adalah uang virtual yang sangat demokrasi tanpa dikontrol oleh pemerintah, organisasi, dan institusi keuangan manapun di dunia. Bitcoin sangat terbuka bagi pengembang, dan komunitas secara orang-ke-orang (peer-to-peer) tanpa perantara dengan teknologi Blockchain-nya.1

Penemu Bitcoin adalah Satoshi Nakamoto. Sampai saat ini, seluruh masyarakat dunia masih belum mengetahui siapa Satoshi Nakamoto sesungguhnya. Banyak yang mengatakan Satoshi Nakamoto adalah orang Jepang, dan beberapa lainnya mengatakan Satoshi Nakamoto adalah sebuah grup yang identitasnya sengaja disamarkan dengan alasan keamanan para pengembang/pencipta. Terlepas dari siapa Satoshi Nakamoto, kita seharusnya berterima kasih karena beliau sudah memperkenalkan sistem keuangan yang terbuka tanpa manipulasi/kontrol/pembekuan secara sepihak sistemnya oleh pihak ketiga, dan siapa saja boleh terlibat dalam pengembangan teknologinya.

Amerika serikat mengalami krisis perekonomian di tahun 2008. Krisis terjadi disebabkan kebangkrutan perusahaan Lehman Brothers. Lehman Brothers adalah instansi jasa keuangan terbesar ke-4 di Amerika Serikat yang bergerak di bidang perbankan, investasi, perdagangan saham, dan penelitian pasar. Pada saat Lehman Brothers runtuh, perekonomian negeri tersebut hancur. Hal ini tentu menjadi efek domino ke berbagai instansi dalam negeri Paman Sam tersebut, dan bahkan hingga ke seluruh dunia.2

Berawal dari krisis tersebut, ada kritik untuk pemerintah dan instansi keuangan (khususnya bankers) setempat. Masyarakat menuntut untuk mengubah sistem keuangan yang gagal dan lebih terbuka dalam pengelolahannya. Akhirnya, Satoshi Nakamoto muncul untuk mempublikasikan Bitcoin di tahun 2008.

Bitcoin dibuat sebagai alternatif pembayaran online pengganti uang fiat dengan uang elektronik secara orang-ke-orang (peer-to-peer) tanpa perantara pihak ketiga (bank, instansi keuangan, dan sebagainya) dengan teknologi Blockchain. Satoshi Nakamoto tersirat ingin mengatakan bahwa uang kita adalah hak kita. Kita tidak butuh bank yang sangat menjerat keuangan dan mengontrol uang kita. Be your own bank!

Pernyataan tegas Satoshi Nakamoto sudah membuat ketakutan pihak bank, instansi keuangan, pemerintah, dan bank sentral setiap negara. Jika semua orang menyimpan uang mereka di sistem Bitcoin, perusahaan keuangan akan bangkrut dan berimbas dengan perekonomian negara.

Drama tarik ulur perjalanan Bitcoin tidaklah mulus. Sentimen negatif gencar dibuat oleh pihak anti Bitcoin karena ketakutan lahan uang yang selama ini dapat dikendalikan dengan mudah akan hancur dengan kemunculan Bitcoin. Jadi kita dapat memahami mengapa Satoshi Nakamoto menyembunyikan identitasnya.

Transaksi Bitcoin secara nyata terjadi di tahun 2010 di dalam komunitas Bitcoin di dunia. Beberapa kotak Pizza dibayar dengan harga 10.000 Bitcoin atau setara dengan US$25 atau IDR230.000 di rate harga saat itu.3 Jika kita bandingkan harga di tanggal 15 November 2017, 10.000 Bitcoin adalah sekitar 975 Miliar Rupiah. Terkejut? Semua orang di dunia juga! Penjual Pizza yang menerima 10.000 Bitcoin mungkin sudah tidak jualan Pizza lagi.

Naiknya harga Bitcoin disebabkan suplai koin yang beredar di dunia terbatas maksimal hanya 21juta koin. Perhatian terhadap Bitcoin dari tahun ke tahun meningkat akibat pemberitaan media massa yang masif tentang keunggulan yang dimiliki Bitcoin. Hal ini membuat permintaan melonjak tiap tahun dengan suplai terbatas. Alhasil, Harga meroket sesuai hukum supply and demand.

Namun, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan Bitcoin untuk transaksi ilegal seperti obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, dan bahkan hingga pendanaan teroris. Di tahun 2011, Situs jual-beli barang haram tersebut yang bernama Silk Road menerima Bitcoin sebagai sarana pembayaran.4

Kenapa para mafia suka memakai Bitcoin? Karena data keuangan di sistem Blockchain Bitcoin tidak dapat dibekukan oleh pemerintah atau pihak manapun di dunia. Sistem Blockchain ini membuat pihak yang mengetahui transaksi terjadi hanya Pengirim dan Penerima. Pihak ketiga seperti Penambang Bitcoin hanya bertindak sebagai validator dan tidak mengetahui data lengkap pengirim dan penerima Bitcoin, kecuali penelusuran sampai ke Market jual-beli yang dapat mengetahui data lengkap penerima dan pengirim jika mereka mencairkan Bitcoin mereka ke uang fiat. Namun, hal ini pun dapat diakali oleh para mafia untuk menutupi transaksi mereka dengan berbagai cara dan trik.

Mulai tahun 2011, dukungan masyarakat dunia terhadap Bitcoin meningkat. Terlepas dari sisi negatif penyalahgunaannya, berbagai organisasi dan perusahaan pun mulai menerima Bitcoin dan teknologi Blockchain-nya. Wikileaks menerima donasi dalam bentuk Bitcoin untuk pembiayaan organisasi di tahun tersebut.5

Di tahun berikutnya, WordPress juga menerima pembayaran untuk pembelian plans dengan Bitcoin. Namun, kita tidak mengetahui alasan pihak WordPress tidak memasukkan Bitcoin sebagai sarana pembayaran saat ini. Beberapa pihak mengatakan pembayaran dengan Bitcoin sangat sedikit dalam pembelian plan di platform tersebut, dan beberapa pihak mengatakan ada permintaan dari pihak instansi keuangan yang merasa mereka tersaingi.6

Di tahun 2013, Baidu (Google-nya Cina) mulai menerima Bitcoin sebagai alternatif pembayaran. Tetapi Baidu menghentikan opsi pembayaran ini karena pemerintah Cina melarang penggunaan mata uang demokrasi tersebut. Hal ini sangat mengecewakan pengguna Bitcoin di Cina, namun mereka tidak berdaya dengan regulasi di negara komunis tersebut. Di tahun yang sama, University of Nicosia di negara Siprus menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran uang kuliah hingga saat ini. Hal yang paling mengejutkan transaksi Bitcoin dunia berada di posisi ke-8, mengalahkan Western Union di posisi ke-9.

Satoshi Nakamoto adalah pahlawan legendaris di bidang keuangan dan teknologi. Kita dapat membandingkan aksi heroik Satoshi Nakamoto dengan Robin Hood. Beliau memperkenalkan kita dengan teknologi keuangan yang transparan dan demokrasi tanpa belenggu sistem keuangan yang gagal. Walaupun Teknologi Bitcoin sangat revolusioner, kita tetap waspada dengan aksi penipuan dan pencurian Bitcoin.

Back to Home

Ditulis Oleh : Reza Pahlevi

29 tanggapan untuk “Bitcoin, Mata Uang Virtual yang Demokrasi”

  1. Bentuk konkrit dari bitcoin seperti apa? Bagaimana cara orang yang membeli pizza itu membayarkan pizzanya ke Penjual Pizza itu? Apakah sama seperti kita transfer uang via nomor rekening, namun tidak melewati bank? Memang sepertinya perlu sosialisasi besar-besaran agar pemakaian bitcoin lebih meluas

      1. Iya digital haha. Maksud saya tadi untuk menguangkannya dengan uang fiat bagaimana? Apa akhirnya ditukarkan ke bank atau semacam instansi money changer?

        Mohon maaf terlalu serius. Bitcoin masih menjadi misteri~

  2. Daripada dikaitkan dengan domokrasi, saya cenderung melihat bitcoin sebagai semangat anarkisme global. Dampak fraud yang tercipta dari penggunaan bitcoin oleh mafia sudah cukup menolak bitcoin sebagi mata uang yg demokratis.

    1. Kalau dampak fraud itu bukan dari bitcoin sih kak karena sistem blockchain yang desentralisasi. Fraud biasanya terjadi di ICO. Masalah mafia hanya oknum yang memakai Bitcoin (atau bahkan uang fiat). Namun beberapa sistem blockchain lainnya sudah bekerja sama dengan pemerintah tiap negara yang lagi dalam tahap pengumpulan info ini Ka. Tapi dari konsep awal Bitcoin emang demokrasi
      😀

  3. Artikel yang bagus dan informatif. Ke depannya, Bitcoin akan merajalela di website-website yang mempunyai transaksi bisnis secara online, terutama e-commerce.
    Bitcoin juga semakin terkenal karena diperkenalkan ransomware yang sempat menghebohkan dunia beberapa waktu lalu. Apa jangan-jangan penemu Bitcoin adalah sang pembuat Ransomware…?

  4. “Naiknya harga Bitcoin disebabkan suplai koin yang beredar di dunia terbatas maksimal hanya 21juta koin” ini mksdnya Bitcoin didunia totalnya maksimal 21 juta koin? dan tak bisa bertambah lagi kah? 🙂

  5. well done.. tapi bukannya demokrasi.. ini mah menjurus ke liberal. gak ada regulasi. gawat kalo kita ngedukung bitcoin dan mata uang virtual lain terus exist dengan sistem yang sekarang ini. liat aja total market cap dari mata uang virtual uda hampir sampai 1 triliun dollar dan dengan nilainya yang naik turun gak jelas, yakin mata uang virtual aman? hati-hati, pola nya sama, krisis 10 tahunan. 1998 gelembung penarikan kredit, 2008 gelembung perumahan dan mungkin di 2018 gelembung mata uang virtual.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s