Lifestyle, Lingkungan

Konsumsi Daging, Bumi Kiamat

Kegagalau.com – Ada banyak permasalahan dihadapi oleh negara-negara besar di dunia, mulai dari permasalahan ekonomi, sosial, budaya, politik, kesehatan, maupun keamanan. Namun, banyak negara-negara tersebut mengabaikan permasalahan lingkungan. Tanpa lingkungan bumi yang mendukung, semua permasalahan-permasalahan yang ada tidak dapat diatasi secara efisien dan malah akan menambah beban di kemudian hari, seperti bencana alam, kelaparan, dan krisis air. Bagaimana masyarakat bisa berpartisipasi dalam mengatasi permasalahan lingkungan? Negara saja tidak cukup untuk mengatasi semua permasalahan tanpa dukungan masyarakatnya sendiri.

Permasalahan lingkungan yang ada sekarang adalah pemanasan global. Pemanasan global terjadi akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca (Karbondioksida, Metana, dll) di atmosfer Bumi. Sehingga, cahaya matahari yang membawa panas terjebak di antara permukaan bumi dan atmosfer.

Blog
Gambar 1. Ilustrasi sederhana tentang panas matahari yang terjebak dalam atmosfer bumi akibat emisi gas rumah kaca

Aktivitas manusia secara signifikan berdampak serius akhir-akhir ini. Peningkatan emisi gas rumah kaca di atmosfer terjadi sejak revolusi industri di benua Eropa. Penggunaan energi fosil secara masif memperburuk keadaan. Kegiatan-kegiatan industri, dan perluasan lahan pertanian juga turut serta sebagai penyebab anomali iklim yang terjadi di seluruh belahan dunia.

Sektor Emisi Global
Gambar 2. Persentasi Emisi Gas Rumah Kaca Dunia Berdasarkan Sektor Ekonomi (sumber: Environmental Protection Agency of United States)

Ada 5 sektor utama penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca di dunia. Sektor pertanian/penggunaan lahan hutan adalah penyumbang terbesar kedua sekitar 24 persen. Sektor tersebut berbeda sedikit dari Sektor produksi listrik yang menunjukkan persentasi sekitar 25 persen dari total gas emisi rumah kaca dunia. Sektor industri malah berada di posisi ketiga dengan persentasi sekitar 21 persen.

Pembukaan lahan hutan untuk pertanian dan perternakan sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan akan makanan seperti daging, biji-bijian, dan produk rumah tangga. Tingginya permintaan disebabkan oleh melonjaknya populasi dunia. Banyak ilmuwan memprediksikan bahwa dunia akan mengalami kriris makanan, air, dan energi jika populasi terus meroket setiap tahun.

Cara terbaik bagi masyarakat dalam membantu mengurangi emisi gas rumah kaca adalah dengan mengubah pola makan sehari-hari. Pola hidup sehat tanpa konsumsi daging menjadi alternatif cara mengurangi emisi gas rumah kaca yang berdampak pada pemanasan global. Penggunaan lahan untuk produksi pertanian (beras, gandum, jagung, kacang-kacangan, dll) dapat langsung disalurkan kepada konsumsi manusia dan memangkas piramida makanan yang sebelumnya untuk pakan perternakan. Jika pola ini terus dilakukan secara rutin, krisis makanan tidak akan terjadi karena produksi pertanian dapat memberi makan banyak populasi manusia. Limbah perternakan juga dapat dikurangi dan harapan umur manusia akan terus meningkat.

Piramida makanan
Gambar 3. Ilustrasi Sederhana Piramida Makanan Jika Banyak Manusia Tidak Memakan Daging

Laporan utama PBB menyerukan penduduk dunia perlu mengubah kebiasaan makan daging dan beralih menjadi vegetarian untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Achim Steiner, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB, menyatakan bahwa manusia bisa membantu memerangi perubahan iklim dunia dengan mengurangi konsumsi daging.

“Produksi peternakan menyumbang 70 persen polusi air bersih secara global, 30 persen penggunaan tanah dan 19 persen emisi gas rumah kaca dunia” – International Panel of Sustainable Resource Management (IPSRM)

Pengurangan konsumsi daging atau bahkan vegetarian merupakan salah satu cara untuk mengurangi permintaan terhadap daging ke peternakan, sehingga kita dapat berpartisipasi dalam memerangi kerusakan lingkungan. Perubahan besar terjadi dari awal langkah yang kecil. Jika kita tidak bertindak mulai dari sekarang, Bumi akan rusak dan bahkan kiamat karena perbuatan kita sendiri.

 Back to Home

Ditulis Oleh : Reza Pahlevi

24 tanggapan untuk “Konsumsi Daging, Bumi Kiamat”

  1. Bisa gtu ya? Baru tahu hubungannya antara makan daging dan lingkungan.
    Cuma serba salah jg ya, anak2 kan butuh daging buat pertumbuhan hehe.
    Apa2 yg berlebihan emang tdk baik.
    Saya sih suka daging tapi jg sayur, ngarepnya makin banyak org sadar utk menyisakan lahan mereka utk bercocok tanam. Tapi skrng ada tanah nyempil dikit udah dilirik developer fyuh

  2. Makan daging jarang sih, tapi pernah. Menjadi seorang vegan konsumsinya tak jauh dari hal yang berbau tanaman mulu bosen, lalu pada akhirnya dilema. 🙂

  3. Akankah besar sumbangsih kita? Pasalnya di tempat kerja, catering nya tiap hari daging terus… wah, harus gimana nih?

    Btw… kabar terakhir katanya trump bilang issue pemanasan global ini hanya konspirasi yang tidak nyata… haha, sepertinya itu salah, kan ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s